Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu Dan Seni

Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu dan Seni.

Sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu dan seni. Kata sejarah berasal dari Syajarotun yang artinya pohon. Kata tersebut berasal dari bahasa Arab. Selain dari bahasa arab ada juga yang berasal bahasa yang lainnya. Namun dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Sejarah memiliki 2 arti yakni, sejarah dalam arti objektif yaitu suatu peristiwa atau kejadian. Kedua adalah dalam arti subjektif yaitu cerita tentang peristiwa yang telah berlalu. Sejarah berbeda dengan cerita dalam sastra. Sejarah dapat dibagai menjadi 4 yaitu sebagai berikut :


1. Sejarah sebagai peristiwa
Sejarah sebagai peristiwa adalah setiap peristiwa atau kejadian yang benar – benar terjadi pada masa lampau, yang hanya sekali terjadi dan tidak akan terulang kembali. Segala kejadian yang terjadi pada masa lampau dapat dikategorikan dalam peristiwa sejarah. Peristiwa masa lampau tersebut dapat dijadikan untuk mengetahui kehidupan di masa tersebut. Namun sayangnya, suatu kejadian tersebut tidak dapat diingat secara lengkap. Sehingga banyak kejadian di masa lampau hilang dan sebagian besar belum dapat diketemukan kembali. Manusia tidak dapat sepenuhnya untuk mengingat semua kejadian di masa lampau, sehingga mereka menyatakan pikirannya lewat tulisan. Dimana tulisan akan tetap bertahan daripada ucapan. Dalam sejarah tulisan adalah hal yang terpenting untuk mengingat suatu kejadian.

2. Sejarah sebagai kisah

Sejarah sebagai kisah adalah peristiwa pada masa lampau yang dibangun kembali berdasarkan ingatan atau penafsiran seseorang. Sehingga sejarah sebagai kisah merupakan hasil karya dari berbagai ahli yang kemudian ditulisnya. Artinya suatu peristiwa sejarah pada masa lampau yang diperoleh dari berbagai sumber, kemudian dilakukan penafsiran terhadapat kejadian tersebut dan tentunya dapat dipertanggungjawabkan. Setelah itu, penafsiran tersebut diceritakan kepada generasi selanjutnya dengan versi yang berbeda. Sejarah sebagai kisah dapat juga disebut dengan cerita yang mempunyai narasi.

3. Sejarah sebagai ilmu

Sejarah sebagai ilmu adalah pengetahuan tentang masa lampau yang disusun secara sistematis dengan metode kajian secara ilmiah untuk mendapatkan kebenarannya. Kebenaran tersebut dapat dibuktikan melalui dokumen yang telah diuji, sehingga akan dapat dipercaya sebagai suatu fakta sejarah. Tokoh yang mengembangkan ilmu pengetahuan adalah Leopold Von Ranke (1795 – 1886). Ia berpendapat bahwa menulis kembali masa lampau harus sesuai dengan yang benar – benar terjadi. Sejarah sebagai ilmu pengetahuan memiliki ciri – ciri yaitu sebagai berikut :
  • Mempunyai objek kajian yaitu manusia dan waktu kejadian.
  • Bersifat obyektif, mengambarkan peristiwa yang benar – benar terjadi.
  • Mempunyai metode ilmiah.
  • Disusun secara sistematis berdasarkan rangkaian peristiwa.
  • Mempunyai generalisasi atau kesimpulan yang bersifat umum.
Persamaan sejarah sebagai ilmu dengan yang lain adalah sama – sama berdasarkan pengalaman dan pengamatan seseorang.

4. Sejarah sebagai seni

Sejarah sebagai seni artinya sejarawan harus memiliki seni yang tersendiri dalam menyampaikan kisah – kisah sejarah bagi pembacanya. Jika sejarah diceritakan begitu saja, maka akan terasa hambar. Oleh karena itu seorang sejarawan harus mampu membuat pembaca seolah – olah melihat dan merasakan secara langsung. Tokoh yang berpandangan tentang sejarah sebagai seni adalah George Macauly Travelyan. Menurut tokoh tersebut untuk menyusun cerita sejarah memerlukan adanya kekuatan. Kekuatan – kekuatan tersebut diantaranya yaitu :
  • Intuisi, sejarawan dalam melakukan pengkajian harus didukung oleh insting, dan tidak lepas dari data secara obyektif.
  • Imajinasi, sejarawan harus memiliki daya imajinasi yang tinggi untuk menggambarkan peristiwa secara komplek.
  • Emosi, sejarawan harus mampu menggambarkan suatu peristiwa menjadi hidup dan menarik, sehingga sejarawan harus memiliki emosi yang tinggi untuk menyusun cerita.
  • Gaya bahasa, diperlukan untuk menarik pembaca agar memahami kisah sejarah tersebut. 

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu dan seni. Smeoga bermanfaat bagi anda.

0 Response to "Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu Dan Seni"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel